SLAMAT DATANG DI GERAI SEHAT

- Abu Thifan - 081318214703/(021)37426802- PIN BB 29136C7E

Senin, 18 Februari 2013

Kuman Tidak Mampu Melawan Madu

Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu.
Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat.. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker.
Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.
Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu.. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel tubuh. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.
Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.
Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.
“Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan, ” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand , melalui situs kesehatan.
Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.
Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.
Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas..
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui. Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan.
Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).
Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera tidur nyenyak.
Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi, membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang ringan.
Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan pengantin baru diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis wine yang dibuat dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.
Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi.
Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.
Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua, selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.
Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam (hiperpigmentasi) , serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat keindahan kulit Anda.
Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.
Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi, madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.
Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura, euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya merupakan madu liar.
Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula.
Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengonsumsinya.
Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17, untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula. Butiran putih ini dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang mampu menjangkaunya.
Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas tinggi tentunya.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan madu setiap hari.

Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Saat ini semakin banyak ditemui anak-anak yang menjadi korban seksual dari orang dewasa. Apa yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk melindungi anaknya dari kekerasan seksual?

Dulu seorang paedofil diidentikkan dengan seorang laki-laki tua yang kotor dan bersembunyi di dekat lingkungan sekolah. Tapi fakta mengungkapkan bahwa paedofil bisa berasal dari latar belakang, usia, faktor ekonomi dan suku apa saja. Terkadang tidak bisa diduga karakter seperti apa yang menjadi ciri khas seorang paedofil.


Biasanya kepolosan dari anak-anaklah yang digunakan oleh paedofil untuk mencari mangsa. Paedofil ini akan menghabiskan waktu bersama anak-anak seperti menonton televisi dan berbicara sambil memahami bagaimana jalan pikiran dari anak-anak.

Para paedofil ini akan bermain secara perlahan-lahan dan sangat ahli dalam hal kesabaran. Jika berhasil berteman dengan anak-anak, maka mereka bisa mengenal lebih jauh dan dapat memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menangkap 'korbannya'. Jika paedofil sudah semakin dekat dengan anak-anak, maka dengan sendirinya anak-anak akan sangat mudah percaya pada orang tersebut.

Paedofil biasanya memilih anak yang dianggapnya bisa menjadi sasaran empuk, yaitu anak-anak yang berjalan sendiri atau tampak seperti terasing dari anak-anak yang lain. Sehingga banyak dari mereka yang sering berada di taman bermain dan mengamati kebiasaan anak-anak.

Anak-anak dan orang dewasa memiliki pola pemikiran yang berbeda. Anak-anak biasanya hanya melihat sesuatu sebagai teman baru yang dapat memahaminya dan suka bermain bersama. Itulah sebabnya seorang paedofil menggunakan cara pendekatan halus terlebih dahulu untuk menarik perhatian anak-anak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk melindungi anaknya dari kekerasan seksual, seperti dikutip dari Health24, Senin (29/3/2010), yaitu:

1. Pendidikan harus dimulai sejak usia 3-4 tahun. Orangtua harus mengajarkan pada anak bahwa tubuh yang dimilikinya adalah hal yang istimewa, karenanya semua bagian tubuh harus dilindungi oleh milik pribadi.

2. Mengajarkan anak untuk tidak mengizinkan orang lain menyentuh bagian tubuhnya.

3. Mengajarkan anak untuk tidak menanggalkan pakaiannya di depan orang lain, serta mengajarkan anak untuk segera memberitahu orangtuanya jika ada orang lain yang memintanya untuk menanggalkan pakaian atau mencoba menyentuh bagian pribadinya.

4. Memastikan anak mendapatkan perhatian positif yang cukup di rumahnya. Biasanya paedofil sering mengajak anak yang merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang-orang disekitarnya.

5. Mengajarkan anak untuk tidak memberikan informasi pribadi apapun pada orang lain, ini adalah hal yang sulit bagi anak-anak. Jadi cobalah untuk membantu mereka memahami pada kondisi apa mereka harus memberikan informasi pribadinya dan kondisi bagaimana yang tidak boleh.

6. Sebagai orangtua, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mendidik anak-anak tentang dunia yang mereka tinggali. Menjelaskan padanya tidak semua orang itu baik dan tidak semua orang itu buruk, serta bantulah ia untuk memahaminya.

7. Orangtua bisa membantu melindungi anak-anaknya dengan cara memberitahu kondisi seperti apa yang berbahaya bagi anak, sehingga anak bisa menyadari bahaya tapi tidak akan merasa takut setiap saat.

8. Menyisihkan waktu bersama anak-anak untuk memberitahunya mengenai orang-orang yang berbahaya dan memberikan pemahaman tanpa bermaksud untuk menakuti-nakutinya.

9. Usahakan untuk selektif dan hati-hati dalam memilih perawat untuk anak-anak.

10. Mengajarkan anak untuk tidak memasuki rumah, mobil atau menerima pemberian dari orang dewasa yang tidak dikenalnya. Selain itu menjelaskan pada anak bahwa dirinya juga berhak mengatakan tidak pada orang dewasa.
detikHealth